Usai Haji 2026, Pemerintah Siapkan Pembenahan Layanan untuk Musim Haji 2027

Jarinusa – Pemerintah mulai mengevaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi sebagai langkah menyiapkan pelaksanaan haji 2027. Keberhasilan penyelenggaraan tahun ini dinilai menjadi standar baru yang harus terus ditingkatkan, seiring semakin kompleksnya tantangan pelayanan bagi jemaah Indonesia.

Dalam Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 sekaligus persiapan haji 2027 yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Warsito, mengatakan evaluasi dilakukan untuk memperkuat kualitas layanan, bukan mencari kesalahan.

“Penyelenggaraan haji tahun ini menjadi baseline bagi penyelenggaraan haji ke depan. Capaian yang diraih menjadi standar baru yang harus terus ditingkatkan,” kata Warsito dalam rapat yang digelar secara hybrid di Jakarta, Rabu (8/7).

Menurut dia, penyelenggaraan ibadah haji merupakan bentuk pelayanan negara kepada masyarakat yang membutuhkan koordinasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, maskapai penerbangan, hingga otoritas Arab Saudi.

Karena itu, kolaborasi antarpemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji pada tahun-tahun mendatang.

“Penyelenggaraan haji bukan sekadar memberangkatkan dan memulangkan jemaah. Evaluasi menjadi sarana belajar bersama agar pelayanan semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah,” ujarnya.

Pada musim haji 2026, Indonesia memperoleh kuota 221.000 jemaah yang terdiri atas 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah khusus. Seluruh jemaah diberangkatkan melalui 527 kelompok terbang (kloter) dari berbagai embarkasi di Indonesia.

Pemerintah juga menghadapi tantangan besar karena sekitar 170.000 jemaah merupakan lanjut usia, lebih dari 44.000 orang masuk kategori berisiko tinggi, serta terdapat ratusan penyandang disabilitas yang memerlukan pelayanan khusus.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menyampaikan secara umum kualitas penyelenggaraan haji tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Perbaikan terlihat pada layanan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, hingga pelayanan selama di Tanah Suci.

Salah satu indikator yang dinilai positif ialah turunnya angka wafat jemaah haji menjadi 367 orang dari 447 orang pada musim haji sebelumnya.

“Terjadi penurunan angka kematian jemaah haji yang signifikan, namun masih tergolong tinggi. Karena itu, penguatan tata kelola istitha’ah kesehatan sejak di Tanah Air harus terus menjadi prioritas,” kata Puji Raharjo.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan penyelenggaraan ibadah haji 2027, dengan fokus pada penguatan tata kelola, peningkatan layanan bagi jemaah lanjut usia dan kelompok rentan, serta memperkuat koordinasi antarinstansi agar pelayanan haji Indonesia semakin berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *